Mahasiswa Jurusan Teknologi Pertanian UNRI Terlibat Kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) pada Program Inovasi Wirausaha Digital Mahasiswa ( IWDM)

Jawa Timur, November 2022 – Program inovasi wirausaha digital mahasiswa ( IWDM) ditujukan untuk mahasiswa yang baru dan telah memiliki usaha digital agar dapat mengakselerasi lebih terarah dan berkelanjutan dalam menjalankan bisnisnya. Sejak diluncurkan pada tahun 2019 oleh kemdikbud telah banyak wirausaha digital mahasiswa yang bermunculan, bertumbuh dan ikut berkontribusi pada perekonomian Indonesia. 

Universitas Riau juga mengambil peran dalam Program IWDM dan mengikuti kegiatan expo KMI pada Tahun 2022 di Universitas pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur yang menjadi tuan rumah penyelenggara KMI. Muhammad Asri Ashar merupakan perwakilan dari Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian UNRI dibawah bimbingan Rachmad Saputra, S.P., M. Sc. Adapun program IWDM yang dicanangkan merupakan usaha digital mahasiswa mulai dari tahap ide (prototype) hingga usaha yang sudah bertumbuh.

Program yang dibawa oleh Faperta UNRI pada IWDM Tahun ini berangkat dari tujuan yang sama dengan pemerintah dalam permasalahan ketahanan pangan nasional. Ketahanan pangan merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh pemerintah dunia dalam Sustainable Development Goal’s nomor dua yaitu zero hunger atau ketahanan pangan. Strategi yang harus dihadapi di era globalisasi ini dengan adanya perdagangan pasar yang cukup bebas maka harus dilakukannya kebijakan dalam mempertahankan serta meningkatkan kebutuhan pangan bagi para warga. Permasalahan harga pada tingkat petani dan konsumen berasal dari rantai pasok/distribusi yang dapat diselesaikan dengan penerapan teknologi. 

Berdasarkan hal inilah yang melatarbelakangi terciptanya  Agriline dalam program Program inovasi wirausaha digital mahasiswa ( IWDM). Agriline merupakan platform penghubung petani dan konsumen secara langsung berbasis pemberdayaan masyarakat. Peran teknologi informasi dan komunikasi dalam pemasaran produk pangan adalah untuk mewujudkan sistem pemasaran yang efisien, keseimbangan antara keuntungan petani dan konsumen. Dengan terwujudnya tujuan tersebut, harapannya mampu mencapai produktivitas yang lebih tinggi, memacu pertumbuhan ekonomi dan mencapai ketahanan pangan.

Agriline membantu petani dalam memasarkan produknya dengan harga yang layak, berbeda jika petani memasarkan produk melalui tengkulak yang mengambil margin terlalu besar. Pada tingkat konsumen, Agriline memberikan layanan produk hasil pertanian yang berkualitas, segar, dan terjangkau. Sistem yang Agriline pakai, yaitu menggunakan pendekatan komunitas rumah tangga dan ibu rumah tangga sebagai agen pemasaran. Dengan pendekatan komunitas rumah tangga, Agriline dapat melakukan akuisisi pelanggan dengan lebih cepat dan akurat. Produk yang Agriline tawarkan telah ditanyakan kepada 10 petani, dimana petani merasa senang jika bisa dibantu pemasarannya, hal yang sama dirasakan Ibu rumah tangga jika bisa mendapatkan bahan makanan yang lebih stabil dan terjangkau. Platform Agriland dapat diakses secara terbuka pada https://my.unri.ac.id/ChannelAgrilandFapertaUNRI